Minggu, 19 Mei 2013

Part 2

hihii, ternyata ada yang request lagi.. yaudah, nih sasa kasih! happy reading :D

***


             “Pulang sekolah kita bicarain tugas movie,” kata Nathan dan Zhafran sambil lewat di sebalah ku dan Misya. Dan kau tahu, reaksi Misya saat itu, terkejut senang. Dasar cewek, dikit-dikit ge-er, dikit-dikit ge-er. Aku sih biasa aja.

         “jadi, kita akan buat film tentang apa?” tanya Zhafran memulai pembicaraan. Semua tampak berfikir.

             “tentang penghijauan gimana?” usul Misya.

            “menurutku, kelompok yang lain pasti sudah memakai tema itu. Itu udah pasaran, ga asik!” balas ku. Yap, lagi-lagi Nathan melirikku. Dan aku langsung merasa minder. Aku pun terdiam.

                “gimana kalau tentang Pergaulan Remaja?” tanya Zhafran.

                “Apalagi itu, Zhaf!” balas Nathan. Lalu semua terdiam. Bingung dengan Tema yang harus di angkat.

                “Aha! Gimana kalau tentang alam? Kita bisa ke sungai biasa kan, Sa! Disana deket sawah, jadi kita bisa wawancara sama petani-petani disana!” usul Misya. Dan semua pun jadi semangat. Aku hanya. Mengangguk.

                “aku juga!” balas Zhafran.

                “oke, oke, aku setuju!” lanjut Nathan.

                “kapan kita mulai syuting?” Tanya ku sambil malu-malu.

              “Besok. Kita ga bisa nunda-nunda waktu lagi. Kelompok lain udah mulai ngambil gambar. Sedangkan kita baru ngerapatin. Pokoknya, besok aku bawa Handycam ku. Kalian kalau punya juga bawa aja. Jadi bisa di syut dari arah yang berbeda. Lalu jangan lupa bawa buku kecil dan alat tulis, oke?” Pimpin Nathan yang sok pemimpin. 

                “oke bos!” kata Misya dan Zhafran berbarengan. Lalu kami pulang kerumah.

              Malamnya, setelah aku makan malam bersama Ayah dan Mama, aku merebahkan badan ku di kasur yang lumayan agak besar. 

                “Pegaal!” teriakku sambil menarik tubuh. Tiba-tiba, nada dering SMS terdengar dari HP ku. Siapa ya, SMS malem-malem gini. Biasanya ga pernah ada... jomblo sih, aku! Hihihi . kataku dalam hati.

            “haa? Nomor nya belum pernah ku Save? Baru dong? Siapa yaah??” tanya ku penasaran.
                Dan begitu ku buka SMS nya,

Ayesa, kamu punya Handycam kan? Tolong bawa. Handycam punya ku rusak, dan sedang ku usahakan bisa. Untuk jaga-jaga saja. Tolong ya. Maaf ganggu malam-malam gini. Makasih :)
-Nathan

                Deg! Tiba-tiba saja jantung ku berdetak lebih kencang. Ada apa ini? Tidak pernah sebelumnya aku merasa seperti ini! 

                Dan dengan cepat aku membalasnya.

Iya, akan ku minta pinjam ke ayah ku. Semoga saja dia belum tidur. Dan ku harap handycam mu cepat sembuh, Than! Oke, gamasalah ko. Sama-sama :)



            Aku pakai Emot senyum untuk akhiran? Entah kenapa, aku ragu mengirimnya. Jantung ku berdetak lebih kencang lagi. Ada apa sih, dengan ku? Aah, sudahlah! Paling juga dia tidak bales lagi. Lebih baik aku tidur.

                Tapi, tak lama kemudian, terdengar dering SMS lagi dari HP ku. Aaah, pasti itu hanya operator! Ujar ku dalam hati. Dan lagi-lagi, aku tergaket. Nathan masih membalasnya!

Makasih, ini sudah lumayan bisa kok. Oiyah, belum tidur jam segini? Gak baik loh buat perempuan..

            Dan aku merasa terbang! Tak pernah sebelumnya aku diperhatikan seperti ini! Entah, semua emosi senang ku meluap! Dan aku terus membalasnya.

Ah, sudah biasa. Kamu sendiri belum tidur... nanti aja ngelanjutin Handycam nya. Ini sudah larut.

            Aku gantian memerhatikannya! Bagaimana ini bisa? Aaaah, aku malu!

          Dan sampai malam, aku terus berSMSan dengan Nathan. Rasanya aku senang sekali. Ini benar-benar yang pertama untuk ku.
                “Ayesa sayaang, banguun..” ucap Mama.

                “hoaamm... iya Ma, aku bangun,” balas ku. 

                “ada apa semalam? Mama rasa kamu senang sekali,” tanya Mama tiba-tiba.

                GLEK! Bagaimana Mama bisa tau? Aduuh, aku bener-bener malu!

                “eehh? Engga kok maah, biasa sajaa... lagian, dari mana Mama bisa tau?” kata ku balik bertanya.

                “aaah, jangan bohong kamu sama Mama. Tadi malam kan kamu mengigau keras sekali. Mama rasa kau mengigau kan laki-laki. Siapa tuh namanya, Na....Na... ah, Mama lupa!” jawab Mama.

               “Nana, mah, Nana! A..aku.. hanya kecapean saja!” kata ku berbohong. Padahal, aku sudah yakin bahwa aku mengigau kan Nathan!

              “baiklah kalau begitu. Kau memang belum berubah. Cepatlah mandi, ayah sudah menunggu mu sarapan,” suruh Mama.

                “Siap, Ma!” balas ku sambil turun dari tempat tidur. 

                Aku segera mandi, memakai seragam, dan ketika sarapan meminjam Handycam ayah.
 -------

                “ayo kita berangkat sekarang!” seru Zhafran ketika kita berempat keluar kelas bersamaan. 

                “Siapa aja yang bawa kamera?” tanya Misya. Aku dan Nathan mengangkat tangan. 

                “Baiklah, berarti, aku dan Zhafran yang menjadi reporter!” seru Misya semangat. 

                Ketika kami sampai di parkiran sepeda, kami langsung menaikinya. Zhafran dan Nathan melaju sangat cepat dan berada di depan. Aku dan Misya di belakangnya. 

                “Sa, nanti pulangnya beli es krim dulu, yah... kayaknya aku bakalan haus!” rengek Misya. 

                “hal gampang,” jawab ku enteng. 

                “kalian sering beli es krim di tikungan itu yah? Kami juga!” kata Zhafran. 

               “Siapa yang nanya? Wleee,” kata Misya sambil mendahului mereka. Dan aku ikut di belakang nya. Jadilah sekarang Zhafran dan Nathan yang berada di belakang. 

                Setibanya kami di tepi sungai, kami langsung memakirkan sepeda kami.

                “jadi, mulai dari mana?” tanya Nathan. 

         “Syuting pemandangan disini aja dulu, Than!” saran Zhafran. Nathan hanya mengangguk. Dan ia melirik ke arah ku, kode agar aku juga mulai mensyuting. 

                “Sya! Kamu tulis pertanyaan nya aja dulu!” teriak ku ke arah Misya yang sedang asik merendam kaki nya di sungai. 

                “Oke saa!” jawab nya.   

             Sementara aku dan Nathan sibuk mensyuting gambar. Zhafran dan Misya membuat pertanyaan wawancara. Aku ingin mengambil angel yang bagus, jadi, aku berkeliaran di sekitar sawah itu dan menemukan tempat yang penuh ilalang tinggi.

            “waw,” kata ku terpukau. Lalu aku mulai mengambil gambar disitu. Saking senang nya, gak sadar aku udah lompat-lompat disitu sambil muter-muter. Rasanya, bahagia banget.

             “hihi,” kata seseorang di balik ilalang dengan handycam di tangannya.

            “Nathan?” tanya ku kaget. Jadi, selama ini dia memerhatikan ku? Juga mengambil gambarku? Aaah!

          “Seneng ya, di tempat terbuka kayak gini?” tanya nya halus sambil memainkan handycam nya.

             “mmh, iyah. Kenapa kamu ngambil gambar ku?” tanya ku polos.

            “habis lucu sih,” kata Nathan enteng. Deg! “wajah mu memerah, sa? Kamu sakit?” tanya Nathan tiba-tiba. 

        “eng...engga kok!” jawab ku sambil mengalihkan pandangan. Lalu, ketika aku sedang menutup mata ku, sebuah tangan menyentuh dahiku. Sontak aku kaget dan membuka mataku. “Naa..Nathan?!” seru ku kaget. Nathan tepat berada di depan ku! Deket banget!

          “iyah, kamu engga sakit. Mungkin cuaca disini aja kali yah, yang terlalu panas. Maaf membuat mu kaget, hanya untuk memastikan aja,” kata Nathan. Aku menundukkan kepalaku. Rasanya malu banget!

           “Ayesa?! Nathan?! Cieeeee,” Seru Misya dan Zhafran yang tiba-tiba datang. Nathan langsung menjauh dari ku dan bertindak seperti tidak terjadi sesuatu.

            “Apa yang kalian berdua lakukan disini?” tanya ku salting.

         “Harus nya kami yang nanya gitu! Iya gak, Zhaf? Hahaha,” jawab Misya. Lalu mereka berdua ber-tos-an dan cekikikan. 

                “hari ini beres, ayo kita pulang,” kata Nathan tiba-tiba. Sepertinya dia agak marah.

                “eeeeh Than! Jangan marah doong, kita Cuma bercanda kok!” seru Zhafran.

                “aku engga marah, emang udah selesai. Ayo pulang,” katanya sambil berlalu ke tempat sepeda kami diparkirkan. 

                “yasudah, ayo,” lanjut Misya. Dan kami semua pun pulang. 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar